Pidana Karhutla PT Langgam Into Hibrindo

Saksi Slamet: Suhu Panas Di Riau Sudah Melewati Batas

frans and ph 01032016

 

frans and ph 01032016

Video Pemeriksaan Saksi

PN PELALAWAN, 1 MARET 2016–Sidang perkara kebakaran hutan dan lahan PT Langgam Inti Hibrindo (LIH) kembali digelar. Pukul 11.00, majelis hakim diketuai I Dewa Gede Budhi Dharma Asmara membuka sidang. Agenda sidang kali ini pemeriksaan saksi fakta, Jaksa Penuntut Umum  dari Kejaksaan Tinggi Riau Syafril dan Zurwandi hadirkan tiga saksi, Hasri Direktur CV Mentari Raya, Maryadi pegawan BPN Riau dan Slamet Riadi BMKG Riau.

Majelis Hakim PN Pelalawan 01-03-2016

Hasri Bin Ahmad Kamil, Direktur CV  Mentari Raya

Para saksi. 01-03-2016

Hasri merupakan Direktur CV Matahari Raya yang menjadi kontaktor di lahan PT LIH, dalam kontrak kerja CV Matahari Raya mendata potensi tegakan kayu di lahan untuk di olah jadi bubur kertas. “Kayu yang diambil berukuran 15 cm, kayu yang sudah di potong di bawak ke kanal untuk di angkut,” kata Hasri. Setelah pemanfaatan kayu, langkah selanjutnya penyiapan lahan untuk penanaman.

saksi Hasri 01-03-2016

Lokasi kerja pertama berada di blok OL 19, sesuai peta kerja operasional kebun PT LIH, blok-blok PT PLIH dibatasi oleh parit seluas 3 meter. Hasri sebelumnya tidak tahu bahwa ada HGU yang akan buka lahan, “Saya dapat info dari Budi Surlani pegawai dinas kehutanan pelalawan,” ucap Hasri.

Luas lahan yang sudah dikerjakan 300 ha, kondisi lahan saat itu masih berhutan dan semak belukar. Dalam kontrak pihak PT LIH ingatkan CV Matahari Raya agar membuka lahan dengan cara tidak membakar, mereka juga harus jaga level air di kanal.

Suparyadi, BPN Riau

saksi Suparyadi. 01-032016

Agustus 2015 memalui surat dari Dit Reskrimsus Polda Riau, Suparyadi diminta untuk mengambil titi koordinat di lokasi kebakaran milik PT LIH. “Saya ke lokasi atas permintaan Polda Riau, dan mengambil titik koordinat,” kata Suparyadi. Dari pengecekan di lapangan memang saat kejadian terdapat tiga titik api di luar dan dalam lahan PT LIH. Saat itu kondisi cuaca tertutup awan dan masih suasana pasca kabut asap.

JPU Syafril and Zurwandi 01-03-2016

Slamet Riadi, BMKG Riau

Sejak 16 juni 2015 dari pemantauan Badan Mateorologi Klimatologi dan Geofisika Riau, hujan tidak ada, untuk lokasi Kecamatan Langgam Pelalawan curah hujan tidak muncul. BMKG termasuk tim Satgas Karlahut Riau, yang berfungsi berikan info titik api sampai sekarang. “Pemantauan titik api sudah dilakukan sejak tiga tahun yang lalu, data BMKG mencatat 10 hostpot di kecamatan langgam saat itu,” kata Slamet. Data di update pada Rabu 28 Juni pukul 7.00.

saksi slamet ryadi 01-03-2016

Menurut Slamet jika level panas mencapai 70 persen kemungkinan kebakaran terjadi, titik hospot adalah salah satu wilayah yang lebih panas dari wilayah sekitarnya. “Di Indonesia suhu panas tertinggi 40 persen, lebih dari itu ada indikasi kebakaran di lahan tersebut,” ujar Slamet.

suasana sidan di PN Pelalawan 01-032016

Slamet mengatakan suhu panas saat itu di Riau sudah melampaui standar yang telah ada, “Ini diperparah oleh tiupan angin yang kencang sehingga mempermudah api membakar lahan gambut lebih banyak lagi,” kata Slamet.

Terdakwa Frans Katihotang.01-03-2016

Sidang dilanjutkan minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksi. #togurct

Video Sidang

PN Siak Sri Indrapura, Senin 12 Maret 2018- Majelis Hakim membuka sidang perkara Pidana Kebakaran Hutan dan Lahan dengan terdakwa PT Triomas Forestry Development Indonesia (TFDI) diwakili Supendi selaku Direktur, dalam persidangan yang beragendakan pembuktian ini, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan 2 orang saksi yaitu karyawan PT Triomas Forestry Development Indonesia (TFDI). Adnan Muslim dan Idris.