Korupsi Korupsi RTH Dwi Agus dan Yuliana Korupsi RTH Rinaldi Mugni

Saksi Tidak Hadir Lagi, Sidang kembali Ditunda

Video

PN PEKANBARU, PEKANBARU- Kamis (19/7) Pengadilan Negeri Pekanbaru menggelar Sidang Perkara Tindak Pidana Korupsi atas nama Terdakwa Dwi Agus Sumarno, Yuliana J Bagaskoro dan Rinaldi Mugni di Ruang Sidang Mudjono SH, Pukul 12.05. Sidang dibuka oleh Majelis Hakim yang diketuai Hakim Bambang Myanto.

Sidang yang beragendakan pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum ini kembali ditunda, setidak-tidaknya sudah empat kali secara berturut-turut.

Alasan Jaksa tetap sama pada persidangan sebelumnya, Saksi sudah dipanggil namun tetap saja berhalangan hadir. Kali ini Jaksa Penuntut Umum meminta waktu 1 minggu untuk menghadirkan saksi-saksinya kembali.

“Kami ingatkan kembali, bahwa para Terdakwa sudah dua kali perpanjangan masa tahanannya, jadi tolong secepatnya dipersiapkan saksinya. Karena belum lagi nanti masuk ke Saksi PH juga lalu Tuntutan dan Pledoi” Tegas Hakim Bambang Myanto, yang sekali lagi mengingatkan Jaksa agar secepatnya melakukan proses pembuktian.

Sidang akan dilanjutkan kembali pada hari Kamis 26 Juli 2018.#habib-senarai

About the author

Nurul Fitria

Menyukai dunia jurnalistik sejak menginjak bangku Sekolah Menengah Atas. Mulai serius mendalami ilmu jurnalistik setelah bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau pada 2011. Sedang belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang tulis menulis, riset dan analisis, fotografi, videografi dan desain grafis. Tertarik dengan persoalan budaya, lingkungan, pendidikan, korupsi dan tentunya jurnalistik.

Add Comment

Click here to post a comment

Video Sidang

PN Siak Sri Indrapura, Senin 12 Maret 2018- Majelis Hakim membuka sidang perkara Pidana Kebakaran Hutan dan Lahan dengan terdakwa PT Triomas Forestry Development Indonesia (TFDI) diwakili Supendi selaku Direktur, dalam persidangan yang beragendakan pembuktian ini, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan 2 orang saksi yaitu karyawan PT Triomas Forestry Development Indonesia (TFDI). Adnan Muslim dan Idris.