Kasus Perambahan Lahan Suparno

Sidang Pemeriksaan Terdakwa Suparno Ditunda Karena Hakim Tidak Lengkap

Suparno pegang hp

 


Video: Sidang terdakwa Suparno ditunda

 

PN SIAK, Selasa 7 April 2015–Hujan di Pengadilan Negeri Siak baru saja reda. Hari ini, sidang lanjutan terdakwa Suparno atas kasus perambahan hutan cagar biosfer di kecamatan Siak Kecil. Agenda sidang pemeriksaan terdakwa.

Suparno beserta dua orang Penasihat Hukum nya, Heri Supriadi dan Rusli sudah tiba di pengadilan sejak pukul 11. Menyusul Indri, Jaksa Penuntut Umum. Hakim Ketua Sorta Ria Neva baru masuk ruang sidang pukul 13.30 bersama dengan Aryudiwan, Panitera. Dua hakim anggota, Alfonso Nahak dan Rudi Wibowo yang  biasa mendampingi tidak tampak masuk dalam ruangan.

Hakim Ketua sORTA sIAK

“Sidang ditunda karena dua orang hakim saya sedang mengikuti seminar,” jelas Sorta Ria Neva setelah mengetuk palu membuka sidang.

Suasan Sidang

 

Sebelum sidang ditutup, Heri Supriadi memberikan amplop cokelat pada Hakim. Amplop itu berisi surat tugas Prayoto yang menjadi saksi untuk terdakwa Suparno pada sidang 31 Maret 2015. Prayoto, Pegawai Negeri Sipil Dinas Kehutanan Propinsi Riau dibidang pemetaan. Saat menjadi saksi, Prayoto membawa surat tugas yang tidak distempel.

Indri

Tidak sampai 10 menit sidang dibuka, Hakim Sorta Ria Neva kembali menutup sidang dan menunda sampai tanggal 14 April. “Agenda sidang masih pemeriksaan terdakwa,” kata Sorta Ria Neva. Selanjutnya Jumat 17 April, diagendakan pemeriksaan lapangan. “Ini untuk membuktikan apakah benar kondisi yang diceritakan dilokasi yang bersengketa itu,” kata Heri Supriadi sebelum keluar ruang sidang. #rct-Suryadi

Video Sidang

PN Siak Sri Indrapura, Senin 12 Maret 2018- Majelis Hakim membuka sidang perkara Pidana Kebakaran Hutan dan Lahan dengan terdakwa PT Triomas Forestry Development Indonesia (TFDI) diwakili Supendi selaku Direktur, dalam persidangan yang beragendakan pembuktian ini, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan 2 orang saksi yaitu karyawan PT Triomas Forestry Development Indonesia (TFDI). Adnan Muslim dan Idris.