Kasus KUD Pematang Sawit Pantau

Penasihat Hukum: Berkas Pleidoinya Belum Sempurna

PN Pelalawan, Rabu 7 Maret 2018—Penasihat hukum terdakwa KUD Pematang Sawit yang diwakili Hairul Pagab, belum dapat menyampaikan pembelaan atas tuntutan penuntut umum beberapa minggu lalu.

Katanya, berkas pembelaan itu sebenarnya sudah selesai. “Tapi belum sempurna yang mulia,” kata Libertus Jehani, penasihat hukum terdakwa. Mendengar itu, Meni Warlia, Ketua Majelis Hakim minta supaya penasihat hukum segera merampungkan berkas pembelaannya.

Meni, mengingatkan, perkara ini sudah hampir 5 bulan berlangsung. Aturan mahkamah agung, penyelesaian perkara pidana maupun perdata telah ditentutakan lama waktunya. Perkara pidana misalnya, dibatasi 5 bulan untuk diselesaikan.

Oleh karena itu, Meni Warlia putuskan buat kalender tersendiri.

Ia minta penasihat hukum menyampaikan pembelaan pada Senin 12 Maret. Esoknya, dilanjutkan tanggapan penuntut umum dalam bentuk tertulis. Jika tidak, tanggapan langsung disampaikan secara lisan setelah pembelaan disampaikan. Penasihat hukum juga diberi kesempatan yang sama.

“Kalau semua sudah selesai, Rabu, kita usahakan pembacaan putusan,” kata Meni Warlia.

Sidang ditutup sebelum tengah hari.#

About the author

Nurul Fitria

Menyukai dunia jurnalistik sejak menginjak bangku Sekolah Menengah Atas. Mulai serius mendalami ilmu jurnalistik setelah bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau pada 2011. Sedang belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang tulis menulis, riset dan analisis, fotografi, videografi dan desain grafis. Tertarik dengan persoalan budaya, lingkungan, pendidikan, korupsi dan tentunya jurnalistik.

Add Comment

Click here to post a comment

Video Sidang

PN Siak Sri Indrapura, Senin 12 Maret 2018- Majelis Hakim membuka sidang perkara Pidana Kebakaran Hutan dan Lahan dengan terdakwa PT Triomas Forestry Development Indonesia (TFDI) diwakili Supendi selaku Direktur, dalam persidangan yang beragendakan pembuktian ini, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan 2 orang saksi yaitu karyawan PT Triomas Forestry Development Indonesia (TFDI). Adnan Muslim dan Idris.