Video Sidang

Majelis Hakim Melanjutkan Pemeriksaan Perkara PT TFDI

PN Siak, Senin 5 Maret 2018—ketua majelis hakim Lia Yuwannita bersama dua anggotanya, Dewi Hesti Indria dan Risca Fajarwati, memimpin sidang perkara pidana kebakaran hutan dan lahan, dengan terdakwa PT Triomas Forestry Development Indonesia (TFDI). Sidang berlangsung di ruang cakra.

Majelis hakim membaca putusan sela, setelah mendengar dakwaan penuntut umum dan eksepsi atau keberatan penasihat hukum.

Majelis hakim menolak semua keberatan penasihat hukum dan memerintahkan perkara ini dilanjutkan untuk mendengar keterangan para saksi.

Sebelumnya, penasihat hukum menilai, dakwaan penuntut umum tak dapat diterima karena tak ada unsur melawan hukum yang dilakukan oleh terdakwa. Tapi, majelis hakim berpendapat, ada atau tidak unsur melawan hukum harus dibuktikan nantinya dalam pokok perkara.

Keberatan penasihat hukum lainnya, terkait penetapan tersangka oleh penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) kementrian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK), dianggap semena-mena.

Selengkapnya: http://senarai.or.id/pantau/majelis-hakim-melanjutkan-pemeriksaan-perkara-pt-tfdi/

 

About the author

Nurul Fitria

Menyukai dunia jurnalistik sejak menginjak bangku Sekolah Menengah Atas. Mulai serius mendalami ilmu jurnalistik setelah bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau pada 2011. Sedang belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang tulis menulis, riset dan analisis, fotografi, videografi dan desain grafis. Tertarik dengan persoalan budaya, lingkungan, pendidikan, korupsi dan tentunya jurnalistik.

Add Comment

Click here to post a comment

Video Sidang

PN Siak Sri Indrapura, Senin 12 Maret 2018- Majelis Hakim membuka sidang perkara Pidana Kebakaran Hutan dan Lahan dengan terdakwa PT Triomas Forestry Development Indonesia (TFDI) diwakili Supendi selaku Direktur, dalam persidangan yang beragendakan pembuktian ini, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan 2 orang saksi yaitu karyawan PT Triomas Forestry Development Indonesia (TFDI). Adnan Muslim dan Idris.