Korupsi M Ali Honopiah Tindak Pidana Pencucian Uang

Ali Honopiah Jual Rumah dengan Kwitansi Fiktif

PN Pekanbaru, Selasa 14 Agustus 2018—majelis hakim membuka sidang tindak pidana pencucian uang terdakwa M Ali Honopiah. Jaksa Penuntut Umum menghadirkan satu orang saksi, Yasrul seorang dokter bedah di RSUD Tembilaha.

Yasrul berteman dengan Ali sejak 2013. Keduanya satu komunitas motor Trail. Yasrul pernah minta tolong Ali beli motor. Yasrul tahu Ali pernah usaha minyak di Bengkalis, punya kebun sawit dan terakhir jual beli trenggiling.

Sekitar akhir 2017, Ali hendak jual rumahnya di Jalan Tanjung Rhu Tembilahan untuk pindah ke Pekanbaru. Yasrul berniat beli. Dia punya uang Rp. 80.000.000. Harga yang ditawarkan Ali semula Rp. 1 miliar lalu turun jadi Rp. 600.000.000.

Untuk memenuhi kekurangan itu, Ali beri uang ke Yasrul Rp. 350.000.000 untuk ditransfer ke rekening Magdalena istri Ali. Uang itu seolah milik Yasrul. Lalu, Ali bikin dua kwitansi dengan nilai berbeda. Masing-masing Rp. 170.000.000 dan Rp. 430.000.000. Kwitansi itu disimpan Yasrul. Ali pesan padanya, bila ada yang bertanya, Yasrul harus mengatakan rumah itu telah dibelinya.

Nyatanya, rumah itu tak dibeli sama sekali. Sampai akhirnya Ali ditangkap. Uang Yasrul Rp. 80.000.000 yang terlanjur diserahkan ke Ali disita penyidik. “Saya hanya membantu Ali,” katanya.

Sidang dilanjutkan, Selasa 21 Agustus 2018.#Suryadi

 

About the author

Ahlul Fadli

Tertarik dunia multimedia sejak 2009 saat bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Bahana Univeristas Riau, selain itu terlibat dalam gerakan sosial, kebudayaan, pendidikan dan industri kreatif.

Add Comment

Click here to post a comment

Live Tweet

https://twitter.com/senarai_id

Video Sidang

PN Siak Sri Indrapura, Senin 12 Maret 2018- Majelis Hakim membuka sidang perkara Pidana Kebakaran Hutan dan Lahan dengan terdakwa PT Triomas Forestry Development Indonesia (TFDI) diwakili Supendi selaku Direktur, dalam persidangan yang beragendakan pembuktian ini, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan 2 orang saksi yaitu karyawan PT Triomas Forestry Development Indonesia (TFDI). Adnan Muslim dan Idris.