Kabar Siaran Pers

Indonesia Darurat Demokrasi: Polri Represif dan Kriminalisasi Independensi Jurnalis

Siaran Pers

Wartawan bekerja secara independen. Intisari jurnalisme pada disiplin verifikasi. Jurnalisme berpihak pada kebenaran. Wartawan mendengar hati nuraninya. Kebebasan wartawan Indonesia dilindungi konstitusi.

Lima frasa di atas merupakan pelajaran penting yang diberikan pada pers mahaiswa soal dunia jurnalisme. Itu terus diapilkasikan setelah lepas dari pers mahasiswa ketika melanjutkan karir di media profesional.

Dhandy Laksono salah satu wartawan yang mengingatkan kerja-kerja wartawan untuk publik. Dia dengan profesi wartawan telivisi dan kini di watchdoc selalu mengatakan seeing is believing. Maknanya, menghadirkan bukti dan fakta yang bisa dilihat oleh mata kepala. Sebab bukti dan fakta kerap dimanipulasi kekuasaan.

Dhandy Laksono hadir di tengah lapangan untuk menghadirkan seeing is believing. Namun, Dhandy Laksono dikriminalisasi dengan cara ditangkap Polisi karena tuduhan UU ITE terkait postingannya tentang Papua. Dia ditangkap di rumahnya, Kamis malam 26 September 2019. Hari itu juga dia dilepaskan dengan status tersangka.

Tidak hanya Dhandy, Polisi juga bersikap represif dan menggunakan kekerasan pada wartawan yang bekerja mencari kebenaran di tengah aksi mahasiswa perihal #reformasidikorupsi dengan tujuh tuntutan. Diantaranya, menolak sejumlah rancangan undang-undang dan revisi UU KPK. Aparat kepolisian juga mengkriminalisasi serta mengintimidasi wartawan yang bekerja selama aksi berlangsung.

Jurnalis Kompas kena intimidasi saat merekam polisi mengeroyok warga di Jakarta Convention Center (JCC). Jurnalis IDN TIMES dipukul oknum polisi saat merekam aksi kekerasan yang dilakukan aparat di jembatan layang Slipi. Jurnalis Katadata dirampas ponselnya saat merekam oknum polisi menembakkan gas air mata. Mobil Jurnalis Metro Tv dirusak oleh massa aksi. Vani Fitria Jurnalis Narasi tv mengalami kekerasan fisik oleh oknum polisi saat meliput aksi pelajar STM. Vani juga dipaksa menghapus semua yang direkam dan ponselnya dirampas setelah sempat dibanting.

Kami mencatat, aparat kepolisian bertindak represif terhadap wartawan disejumlah daerah ketika mengamankan aksi #reformasidikorupsi dan #rakyatbergerak. Di Sulawesi Selatan 3 wartawan, Jabodetabek 10 wartawan dan Sulawesi Tengah 1 wartawan. Semuanya mengalami kekerasan fisik, intimidasi dan perampasan peralatan peliputan.

Tindakan kepolisian terhadap wartawan yang bekerja merupakan pelanggaran terhadap kebebasan pers. Wartawan atau jurnalis bekerja untuk mencari kebenaran, melakukan verifikasi sebagai bentuk tanggungjawab dan loyalitas kepada masyarakat. Menghambat, mengancam dan bertindak keras kepada wartawan berati melanggar agenda reformasi.

Indonesia merupakan negara demokrasi yang mengakui kebebasan berpendapat dimuka umum. Pembungkaman dengan cara represif dan menggunakan senjata menghadapi masyarakat sipil merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia.

Kami alumni dan pers mahasiswa se-Indonesia mengutuk Polri mengkriminaliasi independensi wartawan yang mengawal demokrasi dan hak asasi manusia. Kami mendukung tujuah aksi mahasiswa yang sedang berlangsung memperjuangkan reformasi dan melawan #reformasidikorupsi.

Kami mendesak Presiden Joko Widodo memecat Kapolri Tito Karnavian dan membentuk tim khusus mengusut oknum polisi yang melakukan kekerasan terhadap wartawan, aktivis, mahasiswa, pelajar dan masyarakat. Kami juga turut berbela sungkawa kepada pejuang #reformasidikorupsi yang meninggal karena kekerasan aparat kepolisian.

Kami, alumni dan pers mahasiswa yang mendukung tuntutan ini tersebar di seluruh Indonesia. Dari Sumatera hingga Kalimantan. Dari Aceh sampai Lampung. Dari Jakarta sampai Yogyakarta hingga Pontianak.

Tertanda:
1. Suryadi, Alumni Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau
2. Yusrial, Alumni Pers Mahasiswa Visi Universitas Lancang Kuning
3. Made Ali, Alumni Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau
4. Ahlul Fadli, Alumni Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau
5. Nurul Fitria, Alumni Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau
6. Yofika Pratiwi Saragih, Alumni Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau
7. Jeffri Novrizal Torade Sianturi, Alumni Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau
8. Yosa Satrama, Alumni Persma Mahasiswa Aklamasi UIR
9. Rahmat Hidayat, Persma Visi Unilak
10. Akas virmandi, Persma Visi Unilak
11. Anggraini Bahri, Persma visi Unilak
12. Rama Marantika, Persma visi Unilak
13. Romi juanda, persma visi Unilak
14. Angel, Persma visi Unilak
15. Putri melati. Persma visi Unilak
16. Juliana Afriani, Persma visi Unilak
17. Yusuf, Persma visi Unilak
18. Ananda Simbolon, Persma visi Unilak
19. Akbar Tyas, Persma visi unilak
20. Tommy Apriando, alumni Pers Mahasiswa Keadilan Fak Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
21. Novita Sari Simamora, Alumni Pers Mahasiswa Kreatif Universitas Negeri Medan
22. Meidella Syahni, Alumni Pers Mahasiswa Ganto UNP
23. Badru Chaerudin LPM Bahana Mahasiswa Unri
24. Meila Dita Sukmana LPM Bahana Mahasiswa UNRI
25. Ambar Alyanada, LPM Bahana Mahasiswa UNRI
26. Annisa Febiola, LPM Bahana Mahasiswa UNRI
27. Muhammad Qordawi Media Mahasiswa AKLaMASI UIR
28. Bagus Pribadi LPM Gagasan UIN Suska Riau
29. Rega Al Susar Media Mahasiswa AKLaMASI UIR
30. Roniko Pardede Alumni Pers Mahasiswa Veritas Unika Universitas Katolik Santo Thomas Medan
31. Juliana Dian Komala Sari, alumni Media AKLaMASI UIR
32. Reva Dina Asri, LPM Bahana Mahasiswa UNRI
33. Dicky pangindra, LPM Bahana Mahasiswa UNRI
34. Mickyal Mashyuri Vebian Lubis, LPM Bahana Mahasiswa Universitas Riau
35. Aang Ananda Suherman alumni Bahana Mahasiswa Univ Riau
36. Muhammad Fadhil, alumni Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Sumberpost UIN Ar-Raniry
37. Ade Kurniawan Siregar, alumni Media Mahasiswa AKLaMASI UIR
38. Mayliana Avni Azeema, LPM LIMAS FISIP UNSRI
39. Kharisma, LPM LIMAS FISIP UNSRI
40. Yazid Fahmi, Pers Mahasiswa Progress Unindra
41. Alfarizy Ajie Fadhilah, Pers Mahasiswa SUKMA Politeknik Negeri Lampung
42. Zulkarnaini Masry Alumni Pers Mahasiswa Lensa Universitas Muhammadiyah Aceh
43. Natalia Lestari, LPM Warta IAIN Pontianak
44. Laras Olivia, Alumni Media Mahasiswa AKLaMASI UIR
45. Indra Wijaya, Pimpinan Pmum Sumberpost
46. Agistina Sekarini Kanika, PPMI DK Pekalongan
47. Rian Hamdani, Sekjen Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung
48. Rahmadi, Alumni pers Mahasiswa Suara Kampus UIN Imam Bonjol Padang
49. Mochamad Rofik, Alumni LPM Didaktika. UMM
50. Wilda NurIntan, LPM Lensa Universitas Muhammadiyah Aceh
51. Wahyu Jati, LPM Patriotik Unbari
52. Yoga Putra Pertama, LPK Suluh Kampus
53. Rizky Ramadhan, LPM Bahana Mahasiswa Unri
54. Fadhli Abi Rafdi, Media Mahasiswa AKLaMASI UIR
55. Muhammad Raihan Ramadhan, UKM Pers HAHoe Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
56. Nurul Izzati, Alumni Lembaga Pers Mahasiswa Suara Almuslim Universitas Almuslim
57. Alfanny Pratama, UKPM Teknokra Universitas Lampung
58. Edi Purnomo LPM Kronika IAIN Metro Lampung
59. Mita Rosnita LPM Ukhuwah Palembang
60. Pipi Jaswanti, LPM Fitrah UMP
61. Humaira Salsabila, LPM Bahana Mahasiswa Unri
62. Putri Efin Desi Mahasiswi Jurnalistik Palembang
63. Raihan Taneta Putra Mahasiswa Jurnalistik Palembang
64. Hendri Nova, alumni SKK Ganto UNP
65. Laila Marni, alumni SKK Ganto UNP
66. Miftahul Jhannah, alumni Lembaga Pers Mahasiswa Suara Kampus UIN Imam Bonjol Padang
67. Adinda Sembiring Alumni LPM SUARA USU
68. Ardian Pratama, alumni Aklamasi UIR Pekanbaru
69. Humaira Salsabila N, LPM Bahana Mahasiswa UNRI
70. Shindy Rosi Darmawan, LPM Warta IAIN Pontianak
71. Feby Kartikasari, LPM Warta IAIN Pontianak
72. Fania Supa’ie, LPM Warta IAIN Pontianak
73. Fitriani Purbowati Ningsih, LPM Warta IAIN Pontianak
74. Jhihan Rahmadhani, LPM Warta IAIN Pontianak
75. Haby Frisco, LPM Bahana Mahasiswa Unri
76. Maulana Syaputra, LPM Lensa Universitas Muhammadiyah Aceh
77. Agus Alfinanda, alumni LPM Bahana Mahasiswa Unri Pekanbaru
78. Hamzah, alumni LPM Bahana Mahasiswa Unri Pekanbaru
79. Herman, alumni LPM Bahana Mahasiswa Unri Pekanbaru
80. Meurah Afra Zafira, LPM Lensa Universitas Muhammadiyah Aceh
81. Indah Chandika Anisyavira, LPM Wartwa IAIN Pontianak
82. Gilang Helindro, alumni LPM Gagasan UIN Suska Riau
83. Hendrik Khoirul Muhid, LPM Gagasan UIN Suska Riau
84. Wilna Sari, alumni LPM Gagasan UIN Suska Riau
85. Zikrina Munawarah, UKM Pers Detak Unsyiah Aceh
86. Anis Rahmani, UKM Pers Detak Unsyiah Aceh
87. Julinar Nora Novianti, LPM Lensa Universitas Muhammadiyah Aceh
88. Lestari, alumni LPM Gagasan UIN Suska Riau
89. Karina Gusnasari, LPM Patriotik Unbari Jambi
90. Muhammad Fadhil, LPM al-Kalam IAIN Lhokseumawe
91. Eko Permadi, LPM Bahana Mahasiswa Unri
92. Eko Faizin, alumni LPM Bahana Mahasiwa Unri
93. Alhafiz Yunas, alumni LPM Gagasan UIN Suska Riau
94. Alif Ilham Fajriadi, LPM Suara Kampus IAIN Imam Bonjol, Padang
95. Riska Meliani, LPM SKK Ganto
96. Raudatul Adawiyah Nasution, LPM Bahana Mahasiswa Unri
97. Nisa Hasanah, Media Mahasiswa Aklamasi UIR
98. Fitrah Al Sidiq, LPM Suara Kampus UIN Imam Bonjol, Padang
99. Muhammad Aswan Syahrin, LPM Washilah UIN Alauddin Makassar
100. Eka Purnama Sari Ningsih, alumni LPM Pers Detak, universitas syiah kuala Aceh.
101. Bagas Arief Pratama, LPM Orientasi, Universitas Mercu Buana, Jakarta.

About the author

Nurul Fitria

Menyukai dunia jurnalistik sejak menginjak bangku Sekolah Menengah Atas. Mulai serius mendalami ilmu jurnalistik setelah bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau pada 2011. Sedang belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang tulis menulis, riset dan analisis, fotografi, videografi dan desain grafis. Tertarik dengan persoalan budaya, lingkungan, pendidikan, korupsi dan tentunya jurnalistik.

Add Comment

Click here to post a comment

Video Sidang

PN Siak Sri Indrapura, Senin 12 Maret 2018- Majelis Hakim membuka sidang perkara Pidana Kebakaran Hutan dan Lahan dengan terdakwa PT Triomas Forestry Development Indonesia (TFDI) diwakili Supendi selaku Direktur, dalam persidangan yang beragendakan pembuktian ini, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan 2 orang saksi yaitu karyawan PT Triomas Forestry Development Indonesia (TFDI). Adnan Muslim dan Idris.