Karhutla Karhutla 2019 PT Adei Plantation

Setelah Kebakaran Menara dan Embung Diservis

Sidang ke 16: Pemeriksaan Setempat

PN Pelalawan, 23 September 2020—Pukul 09.30 majelis  hakim Bambang Setyawan, Joko Ciptanto dan Rahmat Hidayat Batubara masuki ruang sidang cakra. Ia minta Goh Keng Ee, perwakilan terdakwa PT Adei Plantation & Indstry duduk didepan majelis. Bambang lalu ketuk palu sidang dibuka dan terbuka untuk umum.

Ia menerangkan sesuai permintaan penasehat hukum terdakwa M Sempakata Sitepu dan Suherdi untuk dilakukan sidang pemeriksaan setempat. Upaya cari kebenaran formil dakwaan jaksa.

Sidang ditunda dan dilanjut pada lokasi terbakar.

Dari pengadilan ke lokasi butuh waktu 45 menit. Disana ada jaksa Nophy Tonnepero South, Agus Kurniawan, Rahmat Hidayat dan Ray Leonardo. Juga hadir  beberapa saksi yang pernah diperiksa yakni Indra Gunawan, Dikman, Sugiarto dan Juhari. Dari penasehat hukum hadir Yanto Santosa dan Idung Risdiyanto. Selebihnya manajer yang berlaku sebagai supir dan petunjuk jalan peserta sidang.

Di pos jaga Kebun Nilo Barat Divisi 1, semua berpindah angkutan.  Perusahaan fasilitasi delapan mobil double cabin dan gardan dua, alasannya jalan berlubang dan susah diakses dengan minibus. Hakim dan jaksa pakai fasilitas itu.

Sepanjang jalan masuk, jalan tampak rata ada jejak baru buldoser perbaiki jalan. Kanal bersih, sesekali tampak bekas baru digarpu alat berat. Dan kanal berisi air, Irwan Manajer Divisi 3 sekaligus pemandu jalan katakan kondisi  ini disebabkan seringnya hujan turun. Kanal berisi air dan tampak bersih. Pada kanal juga ada tumpukan pasir untuk pengatur laju aliran air.

Dilokasi terbakar pada divisi 1 blok 34, hakim, jaksa dan penasehat hukum berdiri pas menghadap lahan terbakar, disanalah Bambang buka sidang tunda. Lahan terbakar sudah ditumbuhi  sawit liar, pakisan dan tanaman kayuan kecil. Ada juga plang segel Bareskrim Polri yang sudah mulai lapuk. Tidak ada yang masuk kedalam.

Titik mula asap tepat berada dibelakang plang segel. Lahan terbakar terletak dipinggir jalan, kiri kanannya masih ada sawit usai dua puluh tahun. Dua ratusa meter  ke sebelah kanan lahan ada disimpang tiga jalan akses perusahaan dan petani KKPA binaan PT Adei. Dua ratus meter sebelah kiri lahan terbakar sudah ada tanaman baru dan didepannya sama, ada tanaman sawit usia sepuluh tahun.

Yanto katakan tidak ada kerusakan yang terjadi pada lokasi sebab keanekaragaman hayati malah bertambah banyak. Lahan tidak rusak dan tanpa biaya untuk pemulihan karena tumbuhan bawah akan tumbuh banyak dan  kembali ke fungsi semula.

Nophy sempat timpali bahwa kebakaran sudah dilarang, tapi kenapa tetap terjadi di lokasi PT Adei.

Saat 7 September 2019, kondisi kanal kering, embung 9  adalah yang terdekat  berada dua ratus meter sebelah kiri lahan terbakar, ukurannya 6×8 meter. Pasca kebakaran embung diservis jadi 20×20 meter.

Menara pantau api 6 yang dipakai Frencis untuk melihat ada kebakaran. Kata Frencis saat diperiksa bulan lalu dipersidangan,  jarak ke lokasi terbakar ke menara sekitar 3 kilometer. Kalau tembak lurus kata Indra Gunawan hanya 1,7 kilometer. Tembak lurus ini bukan melalui jalan yang tersedia melainkan perkiraan lewati batang sawit. Menara ini baru diservis jadi 15 meter, sebelumnya tinggi hanya 11,6 meter.

Menara 6 baru dicat warna merah. Cat kenai baju Yanto. “Ini siapa yang akan ganti ya?” canda Yanto.

Kemudian berjalan ke gudang sarana prasarana Divisi 3, alat yang disini dipakai untuk padamkan api dilokasi terbakar. Jarak  gudang kesana hanya 7 kilometer dan lokasi terdekat  dari penyimpanan alat. Didalam ada perlengkapan bekas pakai, baru, berplastik dan tampak jarang pakai, seperti selang air, pipa sedot, parasut, tali pengaman petugas menara, baju api, terpal, sepatu boot, mesin sibahura dan robbin.

Terakhir pemeriksaan menuju gudang sapras divisi satu, disana juga ada perlengkapan pemadaman api dan drone atau pesawat tanpa awak. Data yang dihimpun drone masuk segera dilaporkan ke ruang input data. Ruang data berada disamping ruang kerja manajer.  Data yang didapatkan terlambat sejam dari peristiwa kebakaran saat kejadian kebakaran terjadi. Terkadang harus andalkan data tim dilapangan dahulu lalu tim ruang data bergerak.

Pasca kebakaran embung sudah diubah ukurannya jadi 20×20, menara ditambah tinggi jadi 15 meter. Ada juga deteksi indeks udara, hanya saja masih manual kerjanya, tunggu perintah petinggi baru jarum deteksi digerakkan. Ada juga sensor water level gambut, Goh katakan data hasil pergerakan air terlapor langsung ke pusat data perusahaan. Alat sensor itu terlihat berkarat akibat dilalap air gambut.

Usai lihat cara kerja ruang olah data hasil drone, sidang ditutup. Sidang akan dilanjut 1 Oktober 2020 agenda pemeriksaan ahli dan terdakwa.#Jeffri

 

 

About the author

Nurul Fitria

Menyukai dunia jurnalistik sejak menginjak bangku Sekolah Menengah Atas. Mulai serius mendalami ilmu jurnalistik setelah bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau pada 2011. Sedang belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang tulis menulis, riset dan analisis, fotografi, videografi dan desain grafis. Tertarik dengan persoalan budaya, lingkungan, pendidikan, korupsi dan tentunya jurnalistik.

Add Comment

Click here to post a comment

Video Sidang

 

Untuk video sidang lainnya, sila kunjungi channel Youtube Senarai dengan mengklik link berikut Senarai Youtube