Karhutla Karhutla PT SSS Karhutla PT SSS Terdakwa Alwi Omri Harahap

Karyawan Sesak Nafas Saat Bantu Pemadaman

Sidang ke-5 – Agenda Pemeriksaan Saksi

PN Pelalawan, Selasa 21 Januari 2020—sidang kelima terdakwa PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) dan Pjs Estate Manager Alwi Omri Harahap, kembali menghadirkan karyawan dan buruh harian lepas perusahaan sebagai saksi fakta. Jumlahnya sembilan orang yang juga merangkap regu pemadam kebakaran dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Asep

Kerja di SSS sejak 2017 sebagai asisten pengukuran dan pemetaan. Sekaligus mandor pengawasan alat berat dan pancang tanam. Buat batas blok, stacking dan pancang tanah. Setahuanya, 153 hektar lahan SSS terbakar 2019. Kebakaran berlangsung 40 hari dan padam setelah hujan lebat.

Perusahaan padamkan api dengan mesin kecil. Dibantu PT RAAP, Manggala Agni dan kepolisian. Ada 3 menara api tingginya beda-beda. Paling tinggi 14 meter, 9 meter dan paling rendah 6 meter. Embung 18 titik tapi tak ada di lokasi terbakar. Yang terbakar semak dan belum ada sawit. Area terbakar sudah dibuat batas dan blok.

Asal api dari area rintisan masyarakat. Alat berat bekerja buat isolasi dan embung. Di sekitar terbakar ada sawit masyarakat. Belum ada perintah tanam pada area terbakar. Dari menara tak terpantau titik kebakaran. Hari pertama kebakaran, lokasi sulit ditempuh karena belum ada akses dan masih semak belukar.

Peta rawan kebakaran dibuat sejak 2015. Ada penambahan peralatan pemadam kebakaran paska kebakaran 2015. Misalnya, dua menara pada 2015 dan tambah satu menara pada 2019. Tak ada sawit terbakar.

Sumber api di blok I 43. Cari titik kebakaran dengan drone dari blok L 38. Bobi operator drone. Sejak 2014, buat blok kanal dari E 12-N 41. Blok I 39-43 tak ada parit setelah pembukaan lahan. Jarak pos jaga ke blok I 43 sekitar 1 km. Tak ada penjagaan di blok I 43.

Setelah dapat titik api, beritahu tim lain yang sedang berkumpul di gudang penyimpanan peralatan. Bawa selang, cangkul dan 4 mesin kecil. Anggota pertama berangkat 10 orang. Pukul 4 sore tiba lokasi. Sekitar 2 hektar telah terbakar.

Di menara ada teropong, kompas, alat komunikasi dan peta. Tim gali tanah buat semuber air padamkan api. Blok I 43-I 32 dapat dipadamkan sampai 29 Maret 2019. Blok J sebagian terbakar. Hamparan kedua, blok K 40 mulai terbakar 10 Maret 2019.  Blok L 35 tempat pembenihan sawit.

Ada puting beliung sebelum api meluas ke hamparan kedua. Ada lahan masyarakat sekitar 20 hektar masuk konsesi SSS.

Erdison

Di SSS sejak 2013. Kepala Sekuriti Kebun sekaligus Kepala Pemadam Kebakaran. Luas lahan SSS 2918 hektar. Tugasnya, mengamankan peralatan bergerak maupun tidak bergerak. Dibantu tujuh sekuriti. Atasannya Alwi Omri Harahap.

Pada 25 September 2018 rapat evaluasi siaga Karhutla. Alwi Kepala Satgas Karhutla. SK regu pemadam kebakaran dibuat pada 2019. Kelompok Tani Peduli Api masuk dalam struktur Satgas Karhutla, tapi mereka tak pernah mengikuti rapat. Sebagian masuk dalam regu inti dan sebagian regu pendukung.

Dapat informasi kebakaran dari Joni ketika itu di pasar. Setelah itu beritahu regu satu. Nama-nama yang disebut justru ada diregu dua dan MPA, berdasarkan SK Struktur Organisasi Satgas Karhutla.

Pada 2013 dan 2015 area SSS pernah terbakar. Tak paham cara penanggulangan Karhutla karena tidak pernah pelatihan. Mencangkul tanah cari sumber air. Bantu pemadaman sampai dua dini hari. Api belum padam dan semakin menjalar.

Pernah dengar masyarakat masuk area perusahaan. Yang terbakar lahan kosong. Tiap hari bantu pemadaman. PT Arara Abadi, PT RAPP, BPBD Pelalawan, TNI, Polri dan Manggala Agni bantu pemadaman. Bantuan datang setelah Sahat Manik Gurning buat laporan. Kalau Arara Abadi dihubungi langsung. Mereka bawa peralatan masing-masing. SSS juga tambah peralatan hari kedua kebakaran.

Hanya menara besar yang dijaga 24 jam. Tiap hari bekerja, baru tahu masyarakat rintis lahan setelah kebakaran. Bersama polisi melihat bekas tebangan dan abu bekas kebakaran.

Pada 11 Januari 2019 sempat rapat evaluasi kegiatan sekuriti, aktivitas di menara dan penambahan MPA. Hari pertama kebakaran, peralatan di bawa lewat Jalan Lintas Bono atau harus memutar arah  terlebih dahulu. Sekitar dua jam perjalanan.

Sedangkan regu pemadam lewat jalan parit dan area tergenang. Hari kedua baru dapat ditempuh langsung setelah dibuat akses dengan alat berat. Tiap selesai pemadaman dievaluasi. MPA jaga pos Karhutla. Sekuriti jaga menara api. Angin kencang.

Sahat Manik Gurning

Humas SSS sejak 1 Juni 2018. Sekaligus penanggungjawab urusan pencegahan dalam Satgas Karhutla. Bertanggungjawab pada Alwi. Pukul tiga sore melihat lokasi kebakaran. Api masih kecil dan membakar serasah. Api mulai nyala sekitar pukul 12 siang. Pukul 3 sore alat masih dalam perjalanan. Api muncul Sabtu, Senin lapor ke Polres Pelalawan.

Sekitar 153 hektar terbakar. Semuanya milik SSS. Di luar lahan perusahaan tak ada terbakar. Perusahaan rugi sekitar Rp 1 miliar. Dihitung dari biaya sewa alat dan biaya tim pemadam kebakaran. Dua alat berat milik perusahaan dan dua alat berat lagi disewa.

Jumlah alat tidak mencukupi dibanding dengan luas lahan SSS. 18 embung yang ada juga tidak mencukupi.

Pada 2018 juga pernah terbakar. Lapor pengendalian Karhutla ke Dinas Pertanian. Tidak beritahu kekurangan peralatan. Pernah pemeriksaan dari kementerian terhadap sarana dan prasarana. Kegiatan pencegahan hanya sosilisasi ke karyawan dan masyarakat. Lapor ke polisi curiga ada pembukaan lahan oleh masyarakat. Lihat tanda-tanda rintisan.

Ada okupasi lahan oleh masyarakat. Sebelum laporan tertulis ke Polres Pelalawan, lapor secara lisan ke Polsek. Paska kebakaran, beberapa kali lapor ke dinas-dinas ke terkait. Buat surat klarifikasi ke Polres dan kementerian.

Awal Februari pernah surati BPBD Pelalawan minta buat latihan pemadam kebakaran. Seminggu kemudian dikonfrimasi lagi lewat telepon. BPBD Pelalawan bilang masih menyusun konsepnya. Pada 16 Februari menghubungi BPBD Pelalawan lagi, tapi mereka sedang pemadaman di tempat lain. Sampai akhirnya lahan SSS terbakar.

Pada 6 April dampingi kementrian ke lahan yang terbakar. Setelah itu diadakan rapat. Beberapa peralatan dibilang masih kurang. Pada 16 April buat klarifikasi ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Beritahu, masyarakat yang okupasi lahan akan menjualnya. Lahan semak 10 juta, kalau bersih 20 juta.

Satar

Wakil Humas SSS. Bantu pemadaman. Pukul 11 malam masih ada api tapi sudah dibuat isolasi. Tidak sampai pada lahan rintisan masyarakat. Tidak melihat bekas tebasan masyarakat. Ke lokasi bersama Abu Bakar yang menunjuk jalan. Mendekati lokasi terbakar, area makin kering. Sesak nafas saat bantu pemadaman.

Alwis Karni

Buruh harian lepas sejak 2014. Pda 2019 ditunjuk sebagai anggota pemadam kebakaran. Memantau api keliling kebun. Bawa parang dan ember. Kadang sendiri, kadang berdua. Mengawasi pos 2 dan 4. Ada menara di Blok J dan H. Menara di Blok H tak ada yang jaga. Hari pertama kebakaran masuk kerja pukul 3 sore.

Diberitahu pertama kali oleh mandor Herman. Diminta menunggu di pos. Lima menit kemudian datang mobil bawa alat pemadaman. Ke lokasi pikul selang, cangkul dan mesin kecil melewati area tergenang.

Empat orang tinggal di lokasi. Dirikan tenda buat istirahat. Pagi kembali pemadaman. Siang api kembali membesar.

Ardi

Dari pos jaga pukul 3 sore menuju lokasi kebakaran satu jam kemudian. Angin kencang dan musim kemarau. Tiba di lokasi, kebakaran sudah meluas. Gali tanah buat sumber air. Awalnya susah. Air hasil galian dibersihkan dulu supaya tidak nyangkut di mesin.

Bertugas jaga pos dan patroli. Tak pernah pelatihan. Tak tahu berapa hamparan terbakar. Asap tak sampai ke Kuala Panduk.

Nahar

Pemadaman sampai pukul 10 malam oleh MPA dan BHL. Tak pernah pelatihan Hanya simulasi saja.

Agapar

Diajarkan cara menggunakan teropong. Ardi beri tahu ada api. Naik menara dan melihat asap. Lalu menghubungi Bobi dengan handy talky yang menunggu di gudang. Bantu pemadaman hari kedua. Bawa mesin dan selang. Tak ada kebakaran di tempat lain.

Selama kebakaran juga memantau dari menara api. Di menara ada teropong dan drone. Tiap menara ada dua orang, bergantian tiap minggu. Asap tak sampai ke Pangkalan Panduk atau Jalan Lints Bono. Patroli satu jam sekali.

Abu Bakar

Buruh  harian lepas. Diperintahkan Alwi pastikan titik kebakaran. Saat itu sedang yasinan di rumah tetangga. Langsung ke pos jaga bertemu Joni Iskandar dan Babinsa. Dari pos jaga nampak api. Lewat rintisan masyarakat dan genangan air sepinggang. Dari ujung rintisan masyarakat atau sekitar 300 meter nampak jelas kebakaran.

Ambil foto dan keluar lagi bersama Babinsa. Joni tinggal di lokasi. Buat laporan dan minta ke Alwi turunkan alat. Setelah itu diminta jaga pos siang-malam. Ketua MPA Kuala Panduk dengan anggota.

Sidang dilanjutkan, Selasa 28 Januari 2020.#Suryadi

 

About the author

Nurul Fitria

Menyukai dunia jurnalistik sejak menginjak bangku Sekolah Menengah Atas. Mulai serius mendalami ilmu jurnalistik setelah bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa Bahana Mahasiswa Universitas Riau pada 2011. Sedang belajar dan mengembangkan kemampuan di bidang tulis menulis, riset dan analisis, fotografi, videografi dan desain grafis. Tertarik dengan persoalan budaya, lingkungan, pendidikan, korupsi dan tentunya jurnalistik.

Video Sidang

 

Untuk video sidang lainnya, sila kunjungi channel Youtube Senarai dengan mengklik link berikut Senarai Youtube