Kasus Karhutla Korporasi PT JJP

Keterangan Kosman dan Tukiman Menyebutkan Api Berasal Dari Luar Lahan PT JJP

saksi sidang jjp

 

saksi sidang jjp

Video: Pemeriksaan Kosman dan Tukiman

PN Rohil, 3 Oktober 2016–Pada minggu sebelumnya majelis hakim mengabulkan permintaan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan kasus karhutla PT JJP diwakili Halim Gozali sebagai direktur. Sesuai agenda, penuntut umum hadirkan saksi  Kosman Vitoni Immanuel Siboro asisten kepala kebun PT JJP dan Tukiman state manager kebun Simpang Darma.

majelis saksi

Kosman Vitoni Immanuel Siboro—asisten kepala kebun PT JJP

saksi kosmab

Kosman yang bertugas sebagai asisten kepala kebun Sei Rokan di PT. JJP bertugas menyampaikan laporan perkembangan tiap kebun, ia dibantu 6 orang asisten kepada manejer kebun Sei Rokan yaitu Ringson Sembiring.

Kebun Sei Rokan bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit yang terletak di 2 Kecamatan, yaitu Bangko Pusako dan Kubu Babussalam. Mei  2013, terjadi kebakaran hutan yang berdekatan dengan lahan warga, pada awal Juni, api mulai masuk ke lahan masyarakat. “PT. JJP membantu memadamkan api yang membakar lahan masyarakat yang berbatasan dengan lahan PT. JJP bagian selatannya,” kata Kosman. Di lokasi kebakaran PT JJP menururnkan 5 unti mesin pompa air dan 1 unit escavator, “Kondisi angin kencang,17 Juni api mulai masuk kelahan PT. JJP pada malam harinya.”

jpu saksi saksi

 

PT. JJP membagi kedalam 3 tim pemadam kebakaran, 2 tim terus memadamkan api yang ada dilahan masyarakat dan 1 tim siaga di perbatasan lahan PT. JJP dengan lahan masyarakat untuk mencegah supaya api jangan masuk kelahan PT. JJP. Lahan PT. JJP yang terbakar ada sekitar 120 Hektar yang kondisinya sudah dipanen. Menurut keterangan Kosman, 20 Juni 2013 api berhasil dipadamkan.

Dalam penanggulangan kebakaran Kosman mengatakan PT. JJP memiliki 6 unit mesin yang bertekanan tinggi, mesin portable 15 unit, pompa manual 15 unit, escavator 5 unit, mobil pemadam kebakaran 2 unit dengan kapasitas 5000 kubik air, pasukan 3 tim dan masing masing tim 15 orang dan menara api 10 unit khusus di Sei Rokan ada 4 unit. “Semua alat yang digunakan untuk memadamkan api disimpan digudang, dan hanya beberapa yang digunakan pada saat kebakaran dan banyak yang digudang dengan alasan untuk standby di lahan PT. JJP,” kata Kosman.

Sedangkan menurut JPU lokasi Embung terletak di depan PKS dan tidak termasuk wilayah kebun Sei Rokan juga jauh dari kebakaran sekitar 7 KM. “Dari 11.000 hektar luas PT. JJP hanya memiliki 1 embung yang terletak  didepan PKS yang jauh dari lokasi kebakaran,” kata JPU Sobrani binzar. Namun Kosman menjawab, untuk air mereka ambil dari kanal, “Ketika kebakaran terjadi air yang digunakan untuk memadamkan api adalah air yang ada dikanal,” ujar Kosman.

Tenaga pemadam kebakaran PT JJP juga merangkap sebagai tukang panen, memupuk, semprot jika tidak terjadi kebakaran mendapatkan pelatihan pelatihan yang dilakukan oleh manejer di kebun. Hanya 15 orang saja yang dijadikan 1 tim untuk memadamkan api jika ada kebakaran. 15 orang turun semua ketika terjadi kebakaran.

Kosman bertanggung jawab terhadap laporan kebun pada Ringson selaku Manejer yang laporanya berbentuk Rencana Kerja Harian yang berisi laporan kerja untuk hari ini. PT. Jika kebakaran maka Kosman melaporkan pada pimpinan atau manejer lalu diberi arahan dalam bentuk via telepon dan setelah itu Kosman selaku asisten akan membuat berita acara kronologis kebakaran.

Tukiman—state manager kebun Simpang Darma.

Tukiman merupakan State Manager kebun Simpang Darma yang bertugas mengelola kebun dari perencanaan, pelaporan dalam segala hal kepada blok State Manager. Tukiman diangkat oleh HRD sejak 1 November 2012 hingga sekarang.

saksi tukiman jjp

Selama Tukiman menjabat, kebun Simpang Darma yang merupakan tanggub jawabnya tidak pernah terbakar, “Yang terbakar hanya kebun Sei Rokan dan api berasal dari lahan masyarakat yang berada dekat dengan lahan PT. JJP,” kata Tukiman. menurutnya api merembet bukan lewat darat, tapi terbang dikarenakan ditiup angin karena pada saat kejadian angin sedang bertiup. “Sewaktu kebakaran terjadi pada malam hari, saya diberitahu oleh Imanuel Siboru langsung kelokasi  dan saya melihat kebun sudah terbakar seluas 20 Hektar dan api belum padam,” ucap Tukiman.

Saat kebakaran, Tukiman mengirimkan alat pemandam api, 5 unit mesin Robin dan 2 escavator serta 15 orang personil pemadam kebakaran yang dilengkapi ember dan padang yang digunakan untuk memadamkan api secara manual. Pertugas di lapangan memadamkan api dengan air yang ada di kanal selebar lebih dari 4 Meter yang juga sebagai perbatasan lahan PT. JJP dengan lahan masyarakat. 20 Juni 2013, api berhasil dipadamkan secara keseluruhan. “Kebakaran terjadi pada tanggal 17 Juni 2013 dan telah masuk pada lahan PT. JJP. Pada saat kebakaran lahan di lahan masyarakat, api merembes ke lahan PT. JJP tidak hanya pada darat saja, tapi juga diterbangkan oleh angina,” kata Tukiman.

ph saksi

Pada saat kebakaran terjadi, Humas PT. JJP sempat melaporkan ke Polsek Bangko Pusako lalu Polsek Bangko Pusako melakukan verifikasi pada lahan milik PT. JJP yang terbakar. Kebun Simpang Darma merupakan kebun plasma, sedangkan Kebun Sei Rokan dan Kebun Sei Bangko merupakan kebun inti.

Menurut Tukiman pelatihan dan simulasi pemadaman api kebakaran dilakukan setahun sekali dan sosialisasi dilakukan setiap bulan.

suasana sidang saksi

Sidang akan dilanjutkan pada tanggal 10 Oktober 2016 pukul 10.00 dan Hakim Ketua meminta kepada JPU agar tidak telat lagi seperti tadi yang persidangan dimulai telat sekitar 45 menit dari waktu yang telah ditentukan. Sidang ditutup pukul 15.43. #rctdefri

Video Sidang

 

Untuk video sidang lainnya, sila kunjungi channel Youtube Senarai dengan mengklik link berikut Senarai Youtube