Korupsi Sudarso Pantau

Andi Putra Akan Bantu Terbitkan Rekomendasi

Pengadilan Tipikor Pekanbaru, 24 Februari 2022—Sidang perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) Terdakwa Sudarso General Manager PT Adimulya Agrolestari dibuka Hakim. Penuntut Umum dari Komisi Pemberantas Korupsi— KPK hadirkan 4 saksi.

Hakim Dahlan umumkan status Hakim anggota I Iwan Irawan yang sedang sakit, tidak tahu sampai kapan. Maka ditetapkan Estiono sebagai pengganti permanen.

Saksi Andi Putra Bupati Non Aktif Kuantan Singingi bersaksi secara teleconference dari gedung KPK Jakarta. Di Pengadilan Negeri Pekanbaru yakni; Deli Iswanto dan Hendri Kurniadi Supir dan Ajudan Andi. Lalu Andri alias Aan pengawas kebun sawit milik Andi.

Deli Iswanto, kenal Sudarso dan sering berkunjung kerumahnya sendirian atau turut dampingi Andi. Pun begitu Sudarso sering juga bertandang ke rumah dinas.

Pada 27 September 2021, beberapa minggu setelah perjumpaan di Pekanbaru, rumah Sudarso. Andi meminta ia kesana lagi.

Saat bertemu, Sudarso bertanya “Kamu ada bawa tas?” Deli jawab “Tidak”. Kemudian Syahlevi memberikan Rp 500 juta dalam kantong kresek. Sudarso minta supaya uang dihitung ulang. Lalu, istri Sudarso memberikan goody bag kepadanya. Uang tersebut dibawa ke Kuansing dan dititip ke Andri alias Aan atas perintah Andi.

Selang dua hari, Andi minta kesana untuk ambil uang yang disimpan lalu dibawa ke Pekanbaru. Mereka menginap beberapa hari di Hotel Pangeran.

Giliran Andri, sejak 2017 ia diminta jadi pengawas kebun pribadi Andi.

Ketika Deli datang bawa goody bag titipan Andi, langsung disimpan dalam kamar. Dua hari kemudian teman waktu sekolah dasar itu datang.  Sambil klakson mobil dibunyikan, Andi minta titipan kemarin.

Pertanyaan dilanjutkan pada Hendri Kurniadi, Ajudan Andi. Sudah jadi pengawal sejak bos-nya itu jabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah—DPRD Kuansing.

Kenal Sudarso sejak 2008, sebelum kerja mendampingi Andi.

Sebelum giat tangkap tangan Sudarso, ia sempat lihat Hendri masuk rumah Andi bawa tas sandang hitam. 10 menit bertemu Sudarso keluar dan pergi. Ia bawa Andi ke Pekanbaru, sesampai shalat di Koto Baru, Andi berkeluh ada yang membuntuti dari tadi. Tambah curiga, ia menelpon Raja Kosmos Parmulais Polisi pada Direktorat Intelejen Keamanan Polda Riau, katanya mobil itu aman dan terdaftar.  

Mobil dipacu makin cepat, ketika kehilangan jejak plat mobil diganti. Sesampai di Pekanbaru seharusnya jadi saksi sidang Mursini, mereka berhenti untuk beli handphone dan sim Card baru untuk Andi.

Hendri ditelpon istri Andi beri kabar tim KPK sedang dirumah dan minta Andi segera ke Polda Riau.

Andi Putra dilantik Bupati sejak 2 Juni 2021. Kenal Sudarso sebagai Karyawan PT  Adimulya Agrolestari dan PT Surya Agrolika Reksa sebab setiap urusan kedua perusahaan, selalu turun tangan.  Rutin berjumpa sejak semasih duduk anggota Dewan Kuansing.

Ia tahu ada pengajuan perpanjangan Hak Guna Usaha – HGU PT Adimulya Agrolestari saat baca undangan ekspos dan informasi dari staff umum, Andri Meiriki.

Andi tidak tahu namanya masuk dalam Panitia B, makanya hanya sekedar hadiri undangan BPN Riau untuk ekspos perpanjangan HGU AA, 3 September. Lalu undangan diwakilkan kepada Agus Mandar. Tidak pernah terima laporan hasil pertemuan.

Setelahnya, Sudarso datang bertandang ke rumah Andi di Kuansing untuk bicarakan rekomendasi persetujuan penetapan kebun plasma AA di Kampar. Andi balas kunjungan dengan datang kerumah pribadi Sudarso di Pekanbaru, dengan alasan untuk meminjam uang karena ada kebutuhan mendesak. Sudarso jawab akan mengusahakan.

Tiga minggu kemudian uangnya baru ada, Andi suruh Deli Iswanto untuk mengambilnya.

Dalih Andi, pinjaman ke Sudarso dilakukan karena pengajuan kreditnya di Bank Riau Kepri sejak Juni belum disetujui. Padahal ia punya kekayaan mobil 1 CRV, 2 Hardtop dan 2 unit rumah; Kuansing dan Pekanbaru

Ketika 12 Oktober saat ulang tahun Kuansing, Sudarso melawat Andi ke Kuansing. Sekaligus bawa surat dari PT AA isinya permohonan rekomendasi kelayakan kebun plasma AA. Dasarnya, AA sudah membangun kebun plasma di Gunung Sari dan Gunung Mulya Kampar seluas 1.339,4 Ha dan punya surat rekomendasi penegasan kebun dari Dinas Perkebunan Riau.

Andi sering dibantu AA untuk biayai kampanye saat pencalonan anggota dewan hingga bupati. Dan kenal baik dengan Sudarso.

18 Oktober Andi minta Sudarso kembali ke Kuansing. Berjumpa hanya sekitar sepuluh menit, isinya menjanjikan akan bantu penerbitan rekomendasi dan meminta jumpai Mardiansyah di Dinas Perizinan—DMPTSPTK Kuansing. Lalu Andi ambil ke Pekanbaru untuk jadi saksi perkara Mursini. Dan Sudarso sudah di tangkap tangan KPK ketika mengarah ke kantor dinas tadi.

Sedangkan Andi dibuntuti oleh mini bus Avanza dan Innova. Ketika singgah untuk shalat di Koto Baru, ikut juga berhenti. Lalu supir berhenti di stasiun bahan bakar, juga sama. Andi minta mobil kencang dan meninggalkan mobil itu. Sudah jauh tertinggal, Andi was-was lalu menyuruh berhenti sebentar untuk ganti plat. Diperjalanan tadi ia me-reset ulang handphone-nya dan mengganti kartu. Sesampai di Pekanbaru dibelilah gawai yang baru.

Andi diberitahu Hendri bahwa istrinya minta mereka segera ke Polda Riau sebab tim KPK sedang dirumahnya. Andi pun baru tahu bahwa saat shalat ia bersampingan dengan  tim anti rasuah.

Sidang selesai dan akan dilanjut 4 Maret 2022.#Rifal

About the author

Jeffri Sianturi

Sejak 2012 bergabung di Bahana Mahasiswa. Menyukai Jurnalistik setelah bertungkus lumus mencari ilmu di lembaga pers mahasiswa ini. Menurutnya, ia telah 'terjebak di jalan yang benar' dan ingin terus berada di jalur sembari belajar menulis memahami isu lingkungan, korupsi, hukum politik, sosial dan ekonomi.
Siap 'makan' semua isu ini, ayo bumikan minum kopi.

Video Sidang

 

Untuk video sidang lainnya, sila kunjungi channel Youtube Senarai dengan mengklik link berikut Senarai Youtube